Sunday, June 10, 2012

KePeNTiNGaN MenJaGa LiDaH

KEPENTINGAN MENJAGA LIDAH

     Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Said Alkhudri r.a berkata: "Seorang datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan berkata: "Ya Rasulullah, nasihatilah aku." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Jagalah taqwa kepada Allah s.w.t. sebab taqwa itu menghimpunkan segala kebaikan. Dan kerjakan jihad sebab dia sebagai pertapaan bagi ummat Islam. Dan lazimilah dzikrullah dan membaca al-quran, sebab ia cahaya penerangan untukmu dibumi dan sebulatan namamu dilangit. Dan jagalah lidahmu kecuali dalam kebaikan sebab dengan itu dapat mengalahkan syaitan laknatullah." 
                   
   Abul Laits berkata: "Taqwa kepada Allah s.w.t. ialah mengerjakan perintah Allah s.w.t. dan meninggalkan laranganNya, maka siapa berbuat demikian bererti telah menghimpunkan semua kebaikan. Dan jagalah lidahmu dalam kebaikan bererti katakanlah yang baik sehingga untung dan diamlah dari kejahatan sehingga selamat. Dan manusia tidak dapat mengalahkan syaitan laknatullah kecuali dengan diam, kerana itu seharusnya seorang muslim menjaga lidahnya sehingga terlindung dari syaitan laknatullah. Dan Allah s.w.t. akan menutup auratnya."

       Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Umar r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang menempeleng (memukul) hambanya maka tebusan dosanya ialah memerdekakannya dan siapa yang menjaga lidahnya Allah s.w.t. menutupi auratnya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari siksaNya dan siapa yang minta maaf kepada Allah s.w.t. pasti Allah s.w.t. menerima permintaannya."

    Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang percaya (beriman) kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian, maka harus menghormati tamunya dan harus memuliakan tetangganya dan harus berkata baik atau diam."

         Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ya'la berkata: "Kami masuk ketempat Muhammad bin Suqah Azzahid, maka ia berkata: "Mahukah saya sampaikan kepadamu hadis yang mungkin berguna bagimu sebagaimana telah berguna bagiku?" Atha'bin Abi Rabaah berkata kepadaku: "Hai anak saudaraku, orang-orang yang dahulu dari kamu itu tidak suka bicara yang tidak perlu atau bukan kepentingannya, dan mereka menganggap tiap bicara yang tidak perlu itu sia-sia kecuali kitabullah dan amar ma'ruf dan nahi mungkar, atau keperluan kehidupan sehari-hari." Kemudian ia berkata: "Apakah kamu dapat membantah ayat (Yang berbunyi): "Wa inna alaikum lahaa fidhin kiraaman kaatibien." (Yang bermaksud): "Sesungguhnya padamu ada Malaikat yang baik-baik tukang mencatat." Anil yamini wa anisysyimali qa'ied." (Yang bermaksud): "Disebelah kanan dan kiri tempat duduk." Maa yalfidzu min qaulin illa ladaihi Raaqibun Atied." (Yang bermaksud): "Tidak melepas sepatah kata melainkan ada Malaikat yang mencatat iaitu Malaikat Raqib dan Atied." Apakah tidak malu salah satu kamu bila dibuka lembaran amalnya, dunia yang utama bahkan hanya yang tidak penting dan lebih-lebihan semata-mata?"

          Abul Laits dari ayahnya dengan sanadnya dari Anas bin Malik r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Empat sifat tidak terdapat kecuali pada orang mukmin iaitu:
  • Diam dan ini ibadat yang pertama
  • Tawadhuk
  • Dzikrullah atau berzikir
  • Tidak berbuat kejahatan (mengurangi kejahatan)
Juga diceritakan bahawa sabda ini juga dikatakan oleh Nabi Isa a.s. Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebaiknya Islam seorang itu jika dapat meninggalkan apa-apa yang bukan kepentingannya."

      Lukman Alhakiem ketika ditanya: "Apakah yang dapat menyampaikan engkau ketingkat yang sedemikian itu?" Jawabnya: "Kerana benar tutur kata dan menunaikan amanat dan meninggalkan apa-apa yang bukan kepentinganku."

       Abu Bakar bin Ayyasy berkata: "Empat raja masing-masing melepaskan kalimat yang bagaikan anak panah. Raja Kisra berkata: "Saya tidak menyesal terhadap apa yang belum aku katakan dan adakalanya menyesal terhadap apa yang terlanjur saya katakan." Raja Cina berkata: "Selama saya belum melepaskan kalimat maka tetap saya mengusainya tetapi jika keluar maka ia memiliki aku." Raja Kaisar berkata: "Saya lebih mudah menahan apa yang belum saya katakan dan tidak dapat mengembalikan apa yang telah aku katakan." Raja India berkata: "Sungguh hairan dari orang yang mengatakan satu kalimat jika dituntut berbahaya dan jika tidak dituntut tidak berguna."

         Arrabie' bin Khaitsam biasa jika pergi mengambil kalam dan kertas dan tiada berkata sepatah katapun melainkan dicatat kemudian petangnya diperbaiki dirinya.
       
     Abul Laits berkata: "Demikianlah perbuatan orang zahid, mereka menjaga benar-benar lidah dan memperhitungkan diri didunia. Dan demikian seharusnya seorang muslim mengadakan perhitungan amalnya selama masih didunia sebelum diperhitungkan diakhirat, sebab hisab perhitungan dunia jauh lebih ringan dari hisab perhitungan diakhirat."
                 
       Ibrahim Attaimi berkata: "Seorang kawan dari Arrabi' bin Khaitsam berkata: "Saya telah berkawan dengan Arrabi' selama dua puluh tahun, maka belum mendengar daripadanya satu kalimat yang dapat disalahkan (dicela)."
                        
         Musa bin Saied berkata: "Ketika Alhusein bin Ali r.a. terbunuh maka ada orang berkata: "Mungkin hari ini Arrabi akan berbicara." Maka ia pergi ketempat Arrabi dan memberitahu bahawa Alhusein r.a. terbunuh, maka Arrabi segera melihat kelangit sambil berdoa (Yang berbunyi): "Allahumma faa thirassamawati wal ardhi aalimal ghoibi wasysyahadati anta tahkumu baina ibaadika fima kaanu fihi yakh talifun." (Yang bermaksud): "Ya Allah yang mencipta langit dan bumi, yang mengetahui semua yang ghaib dan terang, Engkau yang menghukum semua hambaMu dalam semua yang mereka perselisihkan, dan tidak lebih dari itu."
                  
      Seorang cendikiawan (Haliem) berkata: "Enam macam menunjukkan kebodohan iaitu:
  • Marah tidak pada tempatnya, seperti marah pada seseorang, binatang atau lain-lainnya
  • Bicara yang tidak berguna kerana itu seharusnya seorang yang berakal tidak bicara kecuali jika penting dan berguna
  • Pemberian yang tidak pada tempatnya seperti memboros harta atau memberi kepada orang yang tidak akan berguna baginya
  • Membuka rahsia pada semua orang
  • Tidak membezakan antara kawan dengan lawan kerana itu harus mengetahui siapa musuh dan siapa kawan. Kawan untuk ditaati dan musuh untuk diawasi dan musuh yang utama ialah syaitan laknatullah, yang benar-benar harus dijauhinya.
            
     Nabi Isa a.s. berkata: "Tiap kalimat yang bukan dzikrullah itu lelehan (lagho) dan tiap diam yang tidak untuk berfikir, maka itu kelalaian dan tiap pandangan yang bukan perhatian, maka itu permainan, maka untung orang yang perkataannya dzikrulllah dan diamnya untuk berfikir dan pandangannya itu perhatian dan pengertian."
               
     Al Auza'i berkata: "Orang mukmin itu sedikit bicaranya dan banyak bekerja dan orang munafiq itu banyak berbicara dan sedikit kerja (amal)."
                       
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Lima sifat yang tidak ada pada orang munafiq iaitu:
  • Pengertian agama
  • Berhati-hatilah dalam lidah
  • Senyum dimuka
  • Nur (terang) dalam hati
  • Cinta kepada kaum muslimin               
             
      Yahya bin Aksam berkata: "Tiada seorang yang baik perkataannya melainkan akan tampak dalam semua amalnya dan tiada rosak perkataan seseorang melainkan akan tampak dalam semua amal perbuatannya."
           
       Lukman Alhakiem berkata kepada anak lelakinya: "Hai anak, siapa yang bersahabat pada seorang yang jahat tidak selamat dan siapa yang masuk ditempat yang jelek tertuduh dan siapa yang tidak dapat menahan lidahnya menyesal."

      Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Untung orang yang dapat menguasai lidahnya dan jinak dirumahnya dan menangisi dosa-dosanya."
        
     Abul Laits berkata: " Ayahku meriwayatkan dengan sanadnya dari Alhasan Albashri berkata: "Sesungguhnya lidah orang yang bijaksana itu dibelakang hatinya, sehingga bila ia akan berbicara difikir benar-benar dalam hatinya jika baik maka dikatakannya dan jika berbahaya maka ditahannya, dan orang yang bodoh akalnya dihujung lidahnya, apa yang akan dikatakan langsung dikatakannya. (Yakni tidak difikir baik buruknya)
                      
         Abul Laits berkata: "Ayahku meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Dzar Alghifari r.a. berkata: "Ya Rasulullah, apakah yang tersebut dalam shuhuf Ibrahim a.s?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Didalamnya ada contoh-contoh dan nasihat-nasihat seperti: "Seharusnya seorang yang berakal selama tidak terbalik akalnya menjaga lidahnya, mengetahui keadaan masanya, rajin pada urusannya. Dan siapa yang menganggap bicara itu termasuk amalnya maka sedikit bicara kecuali jika penting (perlu)."
                  
      Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Saya telah mendengar Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Seharusnya seorang yang berakal itu tidak tekun kecuali dalam tiga macam iaitu:
  • Usaha untuk keperluan hidupnya
  • Beramal untuk hari kemudian
  • Bersuka-suka yang tidak haram
Nabi Muhammad s.a.w. juga berkata: "Seorang yang berakal harus dapat mempergunakan waktu siang dalam empat waktu iaitu:
  • Waktu untuk munajat kepada Allah s.w.t.
  • Waktu untuk memperbaiki diri
  • Waktu untuk mempelajari ilmu dari orang yang dapat menasihat dan menerangkan kepadanya dalam urusan agamanya
  • Waktu untuk memuaskan nafsunya yang halal dan baik

      Juga ia berkata: "Seharusnya seorang yang berakal selalu memperhatikan urusannya dan mengenal orang-orang dimasanya. Dan menjaga kemaluan dan lidahnya." Abul Laits menyebut bahawa kalimat-kalimat ini tersebut dalam Hikmat Nabi Daud a.s.

      Anas bin Malik berkata: "Luqman Alhakiem ketempat Nabi Daud a.s. sedang Nabi Daud a.s. membuat baju besi untuk perang, maka Luqman kagum melihat Nabi Daud a.s. bekerja dan akan menanya tetapi tertahan oleh hikmatnya sehingga tidak bertanya dan ketika telah selesai dicuba baju itu oleh Nabi Daud a.s. sambil berkata: "Sebaik-baik baju besi untuk perang, dan baik pula yang mengerjakannya." Lalu disambut oleh Luqman: "Diam itu hikmat tetapi sedikit yang dapat melaksankannya."
     
       Seorang pujangga berkata (Yang berbunyi): "Al ilmu zainun wassukutu salamatun, fa idza nathaq ta falaa takun miktsaara. Maa min nadimta ala sukutika marratan walaqad nadimta alal kalami miraara" (Yang bermaksud): "Ilmu itu perhiasan dan diam itu keselamatan, maka bila engkau berkata-kata maka jangan banyak-banyak. Jika engkau menyesal kerana diam satu kali, maka sungguh engkau akan menyesal kerana bicara berulang kali."

         Dilain riwayat pula dikatakan bahawa Luqman sabar tidak menanya itu hingga satu tahun lamanya. Seorang pujangga berkata: "Yamutul fata min atsratin bilisanihi, walaisa yamutul mar'u min ats ratirrijli." (Yang bermaksud): "Seorang akan mati kerana tergelincir lidahnya dan tidak ada orang mati kerana tergelincirnya kaki." dan kata pujangga juga berbunyi: "Laa tanthiqanna bimaa karihta fatubbamaa nathaqallisaanu bihaaditsin fayakuun." (Yang bermaksud): "Jangan mengucapkan apa yang tidak engkau suka sebab kemungkinan lidah itu mengucapkan sesuatu maka terjadi apa yang dikatakan itu."
                 
       Humaid bin Abbas berkata: "La'amruka maa syai'un alimtu makanahu, ahaqqa bisijnin min lisaanin mudzallali. Ala fika mimma laisa ya'nika sya'nuhu, biquflin watsiqin haitsu kunta ilaihi sahmu hatfin mu'ajjali. Walasshamtu kahirun min kalaamin mumazihin, fatun shaamitan taslam wa in kunta abqhadh tal baghidha fa'ajmili. Fainnaka laa tadri mata anta mubghidhun habibaka au tahwa baghidhaka fa'qili." (Yang bermaksud): "Demi sesungguhnya tiada sesuatu yang saya ketahui tempatnya, sangat layak untuk dipenjarakan seperti lidah yang sangat lemas. Yang ada dimulutmu kau penjara dari segala yang bukan kepentinganmu dengan kunci yang kuat sebab adakalanya kalimat itu keluar dari seorang bergurau tetapi membawa panah yang menyebabkan mati dengan segera. Dan diam itu tetap lebih baik dari kalimat yang bergurau, maka jadilah engkau seorang pendiam supaya selamat dan bila berkata maka harus adil. Dan jangan sebarangan terhadap kawan dan bila kau membenci maka engkau akan membenci maka sedang-sedang saja sebab engkau tidak mengetahui bilakah engkau akan membenci kekasihmu atau sayang pada yang kau benci, kerana itu hendaklah engkau berakal."

      Seorang cendikiawan berkata: "Diam mengandungi tujuh ribu kebaikan dan tersimpul dalam tujuh kalimat dalam tiap kalimat seribu iaitu:
  • Diam itu ibadat tanpa susah payah
  • Perhiasan tanpa berhias
  • Kehebatan tanpa kerajaan
  • Benteng tanpa pagar
  • Kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
  • Istirehat bagi kedua Malaikat pencatat amal
  • Menutupi segala aib                        
           Juga disebut bahawa diam itu keindahan bagi orang alim dan penutup bagi yang bodoh. Seorang cendikiawan berkata: "Jasmani anak Adam terbahagi kepada tiga iaitu:
  • Hati
  • Lidah
  • Anggota badan
       Dan Allah s.w.t. telah memuliakan masing-masing dengan kemuliaan sendiri-sendiri, memuliakan hati dengan ma'rifat dan tauhid. Dan memuliakan lidah dengan kalimat syahadat iaitu Laa ilaha illah dan membaca al-quran dan memuliakan semua anggota badan dengan sembahyang, puasa dan lain-lain cara ibadat. 

      Dan Allah s.w.t. menyerahkan masing-masing itu pada pengawas dan pengawal. Maka hati diawasi oleh Allah s.w.t. sendiri sehingga tiada yang mengetahui apa yang ada didalam hati perasaan kecuali Allah s.w.t. sendiri dan lidah diserahkan kepada Malaikat Raqib dan Atied. Ayat yang berbunyi: "Maa yal fidhu min qaulin illa ladaihi Raqib Atied." (Yang bermaksud): "Tidak melepas sepatah kata melainkan padanya pencatat Raqib dan Atied." Dan anggota badan lain diserahkan kepada perintah dan larangan dan masing-masing diminta menepati dan jujur. Maka kejujuran hati iaitu tetap beriman tanpa hasad, iri hati atau kianat dan tipu daya. Dan kejujuran lidah tidah ghibah, dusta dan tidak membicarakan apa-apa yang bukan kepentingannya. Dan kejujuran anggota badan tidak digunakan untuk maksiat dan tidak menggangu orang muslim. Maka siapa tidak jujur hatinya bererti munafiq dan siapa yang tergelincir lidahnya maka ia kafir dan siapa tergelincir anggota badannya maka ia maksiat (berdosa)."
                      
      Alhasan berkata: "Umar bin Alkhaththab r.a. melihat pemuda maka ia berkata: "Hai pemuda, jika engkau menjaga bahaya tiga macam maka engkau terhindar dari bahaya kepemudaanmu (remaja) iaitu: "In wuqita syarra laglaqika wadzab dzabika wa qabqabika." (Yang bermaksud): "Jika engkau menjaga bahaya lidahmu dan kemaluanmu dan perutmu."

       Luqman Alhakiem seorang hamba sahaya dari Habasyah (Eftiophia) dan pertama yang tampak dari hikmatnya iaitu ketika majikannya menyuruhnya menyembelih kambing dan minta kepadanya supaya diberikan kepadanya sebaik-baik apa yang ada dikambing itu, maka ia menghidangkan kepada majikannya hati dan lidah. Kemudian dilain hari disuruh menyembelih kambing dan minta dihidangkan apa yang paling busuk dari bahagian kambing itu, maka ia menghidangkan hati dan lidah. Maka ditanya majikannya: "Saya minta yang terbaik, maka kau hidangkan lidah dan hati dan kini saya minta yang paling busuk dari anggota kambing maka engkau hidangkan hati dan lidah juga?" Jawab Luqman: "Didalam badan tidak ada yang lebih baik dari kedua anggota ini jika ia baik dan tidak ada yang lebih busuk darinya jika ia rosak dan busuk."
                  
      Nabi Muhammad s.a.w. ketika mengutuskan Mu'adz r.a. ke Yaman. Mu'adz berkata: "Ya Rasulullah, nasihatilah aku." Maka Nabi Muhammad s.a.w. menunjukkan lidahnya iaitu jagalah lidahmu, nampaknya Mu'adz menganggap itu remah, maka ia berkata: "Ya Nabiyullah, nasihatilah aku." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Celaka engkau. Apakah engkau kira orang-orang akan terjerumus dalam neraka jahannam itu kerana mukanya, tidak lain hanya hasil dari lidahnya."

     Alhasan Albashri berkata: "Siapa yang banyak bicaranya banyak salahnya dan siapa yang banyak hartanya banyak dosanya dan siapa busuk akhlaknya menyiksa dirinya sendiri."

       Sufyan Atstsauri berkata: "Bila saya melempar seorang dengan anak panah maka itu lebih baik bagiku daripada melemparnya dengan lidahku sebab lemparan lidah tidak pernah luput tetapi lemparan anak panah sering luput."

         Abu Said  Alkukhudri r.a. berkata: "Tiap pagi anggota badan anak Adam berpesan kepada lidah: "Hai lidah, kami tuntut engkau dengan nama Allah s.w.t., jujur-jujurlah sebab bila engkau jujur maka selamat kami semua dan bila engkau curang maka kami celaka."
                       
        Abu Dzar Alghifari r.a. berdiri dimuka Kaabah lalu berkata: "Ingatlah yang sudah mengenal aku maka cukuplah dan siapa yang belum kenal maka aku Jundub bin Junadah Alghifari (Abu Dzar), sila kamu mendekat kepada kawan yang akan menyampaikan nasihat dan sayang kepadamu." Maka mendekat orang-orang kepadanya dan berkumpul disekitarnya, lalu ia berkata: "Hai semua manusia, siapa yang akan pergi-pergi didunia ini, maka ia pergi kecuali dengan bekal, maka bagaimana seorang yang berlayar pergi keakhirat tanpa bekal?" Lalu mereka bertanya: "Apakah bekal kami, hai Abu Dzar?" jawabnya: "Sembahyang dua rakaat ditengah malam untuk menghadapi gelap dikubur dan puasa dimusim panas untuk mengahdapi hari bangkit dari kubur dan sedekah kepada orang miskin supaya selamat dari siksa disaat yang sukar dan haji untuk menghadapi bahaya-bahaya yang besar dan jadikanlah dunia ini dua tempat (majlis), majlis untuk mencari dunia dan majlis untuk akhirat dan yang ketiga berbahaya dan tidak berguna. Dan jadikan perkataan itu hanya dua kalimat, satu kalimat yang berguna dalam urusan duia atau kalimat yang kekal diakhirat, dan yang ketiga berbahaya dan tidak berguna, Dan jadikan harta itu dua macam, yang satu belanjakan untuk anak keluarga dan yang satu untuk tabungan akhirat dan yang ketiga berbahaya dan tidak berguna." Kemudian Abu Dzr mengeluh: "Aah, saya telah terbunuh oleh kerisauan terhadap satu hari yang tidak dapat saya kejar." Maka ditanya: "Apakah yang kau maksudkan?" Jawabnya: "harapan dan angan-anganku melebihi dari batas ajalku sehingga tidak dapat beramal (aku malas beramal)."
                      
        Nabi Isa a.s. berkata: "Jangan banyak bicara selain dzikir kepada Allah s.w.t. sebab banyak bicara menyebabkan beku hati dan hati yang beku itu jauh dari Allah s.w.t. tetapi engkau tidak mengetahui."
    
     Seorang sahabat berkata: "Jika engkau merasa keras hatimu dan lemah badanmu dan berkurang rezekimu, maka ketahuilah bahawa engkau telah bicara yang bukan kepentinganmu."






p/s: menakutkan betul bila dah baca pasal kepentingan menjaga lidah ni. semoga kita semua terpelihara dari dosa dan keburukan lidah.nauzubillah..




Solat Sunat Rawatib

Assalamualaikum.w.b.t..

harini saya nak kongsi pasal solat sunat rawatib.dari sekolah rendah lagi kita sudah didedahkan dengan amalan sunnah ni.tapi tak ramai yang amalkan.tahukah anda Rasulullah saw  xpernah tinggalkan solat sunat rawatib --> Dari Ibnu Umar berkata, "Rasulullah s.a.w. tidak meninggalkan solat (sunat) 10 rakaat iaitu :

✔ 2 rakaat sebelum Zohor, 
✔ 2 rakaat selepas Zohor, 
✔ 2 rakaat selepas Maghrib, 
✔ 2 rakaat selepas Isyak dan 
✔ 2 rakaat sebelum Subuh."

seperti yang kita tahu amalan pertama yang akan dihisab pada hari Kiamat adalah SOLAT. 

Allah mengarahkan malaikatnya sedangkan DIA Maha Mengetahui, 'Nilailah solat hamba Ku, sempurna atau kurang'. 

Sekiranya solatnya sempurna, maka ia direkodkan sebagai sempurna. Sekiranya ada kekurangan, 

Allah mengarahkan lagi, 'Adakah hamba Ku mempunyai solat sunat? Sekiranya ada, sempurnakan solat fardhunya dengan solat sunatnya...'

(Riwayat Abu Daud, Al-Nasaie dan Ibnu Majah)

saya sendiri pn sedang berjinak2 dengan solat sunat rawatib ni.harap2 kita boleh terus pertingkatkan lagi amalan kita pada Tuhan yang satu iaitu Allah swt..

beramallah seolah-olah kamu akan mati esok hari..

wallahualam..

sharing is caring

Amalan minum Rasulullah saw..

Assalamualaikum.w.b.t...

harini saya nak kongsi pasal amalan minum Rasulullah s.a.w..dapat dari seorang kawan yang share artikel ni dari fb..suke sangat!sebab saya pn suke minum air manis dan sejuk! :)

Rasulullah SAW amat menyukai minum madu yang dicampur dengan air sejuk.amalan ini untuk tujuan amalan kesihatan. Rasulullah SAW juga suka minum air sejuk dan mencicip madu sebelum makan apa-apa diwaktu pagi.

Antara khasiat amalan-amalan ini ialah:

1.Menghilangkan balqham (kahak/lendir)

2.Mencuci perut

3.Membuang sisa-sisa makanan yang tertinggal didalam perut yang tidak dicernakan dengan sempurna dan menolaknya ke usus besar

4.Menghapuskan sukatan dalam usus, menghilangkan senak perut dan sedu

5.Memperbaiki fungsi buah pinggang, limpa dan hati.

Rasullah SAW suka minum air yang telah disimpan semalaman didalam suatu bekas.

Minuman Manis dan Sejuk

Aisyah (ranha) meriwayatkan bahawa: " Diantara banyak-banyak jenis minuman, Rasulullah saw suka minuman manis dan sejuk" Hadis bermaksud, baginda mengemari minuman manis dan sejuk, campuran madu atau nabiz (rendaman buah tamar).Didalam suatu doa Rasullah ada menyebut " Ya Allah kurniakanlah aku dengan cintaMu yang lebihbesar dari cintaku kepada nyawa, harta,anak dan cintaku kepada air sejuk" Ini memberi isyarat bahawa sudah tentu minuman air sejuk itu mempunyai khasiat yang lebih besar.Adapun minuman jika terkumpul didalamnya kemanisan dan kesejukan akan menjadi asbab yang paling bermanfaat untuk penjagaan kesihatan tubuh badan Ini sekali gus berperanan bahan pemakanan dan mencernakan makanaan yang masuk kedalam tubuh lalu menyalurkannya keseluruh anggota badan

Ringkasan adab minum

1.Gelas atau cawan hendaklah dipegang dengan tangan kanan

2.Bacalah " Bismillah"

3.Minum dengan tiga nafas

4.Minum dalam keadaan duduk

5.Jangan bernafas kedalam air. Setiap kali berhenti minum arahkan pernafasan ketempat lain.

6.Setiap kali berhenti minum (pada setiap penafasan) bacalah Alhamdullilah

7.Jika tidak ada tempat untuk duduk adalah diharuskan minum sambil berdiri

8.Minum dari baki air yang telah diminum oleh orang lain 9.Hadis menyatakan bahawa saki baki air minuman seseorang Islam adalah ubat untuk penyakit

10.Jangan terus minum selepas dari melakukan persetubuhan ataupun setelah selesai mengerjakan kerja-kerja berat. Jazakallah hu khairan kathiraa

sumber : halaqah.net

Tuesday, April 17, 2012

Kamu percaya adanya Tuhan?


Pada suatu hari seorng lelaki ethist ketika mengunting rambut seorg Muslim dia bertanya kepada lelaki Muslim,

Ethist: apa kamu percaya adanya Tuhan?,
Muslim: yea, saya percaya, itulah akidah kami org Islam, percaya Kepada Tuhan yg Satu.
Ethist: saya tak percaya.
Muslim bertanya: kenapa kamu kata gitu?
Ethist jawab: kalau betul Tuhan itu Ada kenapa masih Ada org miskin, kebuluran kesusahan Dan kepapaan?
Muslim: diam...tak jawab apa2.

Setelah selesai gunting rambut lelaki Muslim pun beredar keluar....tidak sampai beberapa minit lelaki Muslim masuk balik kedai gunting rambut, lalu berkata: betul lah...mana Ada tukang gunting kat sini... Mendngar kata2 itu lelaki ethist tu menjawab...saya ni apa? Bukan tukang gunting rambut kah? Lalu lelaki ethist tu Tanya kpd lelaki Muslim kenapa kamu cakap begitu? Lelaki Muslim ni jawab, sebab ramai org di luar sana yg rambutnya kusut Masai. Itu buktinya tiada tukang gunting rambut. Lelaki ethist itu menjawab dgn nada yg tegas, dah dia tak dtg Kepada saya macamana saya Nak potong rambut dia? Lelaki Muslim menjawab, begitu jugalah Allah swt kalau org tidak datang KepadaNya masakan Dia nak bagi kelapangan Dari kepapaan Dan kemiskinan.

Friday, April 13, 2012

NaSiHaT UnTuk SeMuA


KELEBIHAN SOLAT SUNAT DHUHA...


Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:

“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.”(Riwayat Ahmad)

Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:

“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :

“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan."

Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ). — 


RaHsiA MeMudAHKaN ReZeKi..


Saturday, April 7, 2012

BeRDuaAN Di ALaM SiBeR SaMa SepERTi KHaLwaT!



KUALA LUMPUR: Wanita dan lelaki bukan muhrim yang berbual berduaan biarpun di alam siber, melakukan perlakuan sama seperti berkhalwat kerana ia mengundang bisikan syaitan yang akhirnya akan menarik mereka melakukan perbuatan mungkar, termasuk curang pada suami atau isteri.

Sehubungan itu, penceramah dan pakar motivasi, Datuk Mohd Zawawi Yusoh, berkata mereka yang menggunakan kemudahan Internet perlu meletakkan sempadan syariat dan sempadan hati supaya teknologi itu tidak disalah guna atau menjadi alat perantaraan untuk membuat maksiat.


Beliau berkata, isteri tidak seharusnya membenarkan lelaki bukan mahrim memasuki rumahnya ketika suami tiada di rumah, begitu juga halnya dengan perbuatan isteri berbual dengan lelaki lain menerusi Internet, seumpama membenarkan individu itu memasuki rumahnya, seterusnya merosakkan rumah tangga.

“Membenarkan perkara sebegini memasuki rumah bermakna membenarkan ia memasuki hati dan apabila manusia sudah keluar daripada sempadan, manusia itu akan menjadi rosak,” katanya ketika dihubungi, semalam.


Beliau berkata, bisikan syaitan menjadikan seseorang itu merasakan sesuatu perkara itu begitu menyeronokkan hingga sanggup melakukan perkara mungkar termasuk meninggalkan suami, isteri atau anak-anak, sedangkan ia bakal menyesali perbuatannya kerana keseronokan berkenaan hanya bersifat sementara disebabkan ia berada dalam alam fantasi.


Katanya, alam khayalan dan realiti tidak sama dengan di alam nyata, kita semua mempunyai tanggungjawab dan amanah yang perlu dipikul, bukan sekadar untuk berseronok.

“Asasnya adalah apabila hubungan dengan Allah rosak, maka semuanya akan meruntuh. Teknologi itu tidak salah, tetapi orang yang menyalah gunakan teknologi untuk tujuan terpesong,” katanya.

BeRaPa Nilai HarGa DiRi KitA?

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara
yang unik.

Sambil memegang wang RM100, dia bertanya kepada hadirin,

"Siapa yang nak duit ini?".

Kelihatan ramai penonton angkat tangan menunjukkan ramai yang minat.

"Saya akan berikan ini kepada salah seorang dari anda , tapi sebelumnya
perkenankanlah saya buat ni dulu."

Dia berdiri mendekati hadirin. Wang itu diramas-ramas dengan tangannya
sehingga renyuk.
Lalu bertanya lagi,

"Siapa yang masih mahu duit ini?"
Jumlah tangan yang mengangkat tak berkurang.

"Baiklah," jawabnya,

"Apa jadinya bila saya melakukan ini?"

Ujarnya sambil menjatuhkan wang itu ke lantai & melenyek-lenyekkan dgn
kasutnya. Meski masih utuh, kini wang itu jadi amat kotor,lusuh dan amat
renyuk.

"OK, sekarang masih ada yang berminat?".
Tangan-tangan yang angkat ke atas masih tetap banyak.

Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting.
Apapun yang terjadi dengan wang ini, anda masih berminat kerana apa yang
saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.

Biarpun renyuk,lusuh dan kotor, wang ini tetap bernilai RM100 juga..

Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan
dipenuhi kotoran akibat keputusan yang kita buat & situasi yang menerpa
kita dalam sesuatu keadaan dahulu.

Dalam keadaan seperti itu, kita merasa tak berharga, tak bererti.
Padahal apapun yang telah & akan terjadi, anda tidak pernah akan
kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai anda, lebih-lebih lagi di
mata Tuhan.

Jadi walau bagaimana kotor pun anda, kita masih mempunyai nilai yang
tersendiri. Sayangilah diri anda, bertaubat jika membuat dosa, terus
berusaha jika gagal kerana diri kita sebenarnya AMAT BERHARGA.

Dan jangan terlupa kita adalah makhluk Allah yang di pandang sama, hanya
iman dan takwa yang membezakan kita.

Friday, April 6, 2012

Surah Kahf



Dari Abi Umamah Al Bahiliy, beliau berkata: "Rasullulah telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu baginda banyak menyentuh masalah DAJJAL. Baginda bersabda: "Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yg PALING HEBAT selain daripada FITNAH yg dibawa oleh DAJJAL. Setiap Nabi yg diutus oleh Allah ada mengingatkan kaumnya tentang dajjal. Aku adalah nabi yg terakhir sedangkan kamu adalah umat yg terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pd generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Sebenarnya Allah akan menjaga orang-orang mukmin".

"Di antara fitnah Dajjal itu dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yg diseksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta PERTOLONGAN KPD ALLAH dan HENDAKLAH DIA MEMBACA PANGKAL SURAH AL KAHFI, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yg membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk".

Hadith Nabi yg menyuruh dan menyeru kita supaya membaca Al Kahfi:

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at."
(HR. Al-Hakim, II/368, dan a...l-Baihaqi, III/249)

Dalam riwayat lain dari jalan Abu Darda' radhiyallaahu 'anhu berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari fitnah Dajjal."
(HR. Muslim, VI/92, no. 809, dan Ahmad, VI/449)

Dan dalam lafazh lainnya dari jalan an-Nawwaas bin Sam'an al-Kilabi radhiyallaahu 'anhu berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa di antara kalian yang mengetahui fitnah Dajjal, maka bacalah beberapa ayat pada awal surat al-Kahfi, karena sesungguhnya itu akan melindungi kalian dari fitnahnya."
(HR. Muslim, no. 2937 (110), dan Abu Dawud, no. 4321)

p/s: BETULkan yang BIASA, dan BIASAkan yang BETUL. Ayuhh baca Al Kahfi :)

Thursday, April 5, 2012

“KISAH YANG MUNGKIN NYATA”




Seperti biasa, setelah pulang dari pejabat dan tiba di rumah, aku terus duduk berehat disofa sambil melepas penat.

Sepertinya aku sangat malas untuk membersihkan diri dan menunaikan solat.

Sementara anak2 & isteri sedang berkumpul diruang tengah.

Dalam keletihan tadi, aku disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka ku.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depan mata.

Aku sangat terkejut dengan kedatangannya yang tiba2 itu.

Sebelum sempat bertanya.. siapa dia.. tiba2 aku merasa dada ku sesak, sukar untuk bernafas.

Namun aku berusaha untuk tetap menghirup udara seperti biasa.

Yang aku rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku.. terus berjalan.. ke kerongkongku… sakittt… sakit.. rasanya.

Keluar airmataku menahan rasa sakitnya…

Oh Tuhan apa yang telah berlaku pd diriku..

Dalam keadaan yang masih sukar bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku… kkhh… khhhh.. kerongkonganku berbunyi.

Sakit rasanya, amat teramat sakit..

Seolah tak mampu aku menahan benda tadi…

Badanku gementar… peluh keringat meluncur deras… mataku terbelalak… air mataku seolah tak berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku.

Aku melihat benda tadi dibawa oleh lelaki misteri itu… pergi… berlalu begitu saja…. hilang dari pandangan.

Namun setelah itu… aku merasa aku jauh lebih ringan, sehat, segar, cerah… tidak seperti biasanya.

Aku heran… isteri & anak2ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku..

Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di atas sofa yang kududuki tadi.

Badannya dingin kulitnya membiru.

Siapa dia???

Mengapa anak2 & isteriku memeluknya sambil menangis… mereka menjerit… histeria …. terlebih isteriku
seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi…

Siapa dia???

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.

Dia… dia… dia mirip dengan aku…. ada apa ini Tuhan???

Aku cuba menarik tangan isteriku tapi tak mampu…..

Aku cuba pula untuk merangkul anak2 ku tapi tak berjaya.

Aku cuba jelaskan kalau itu bukan aku.

Aku cuba jelaskan kalau aku ada di sini..

Aku mulai berteriak….. tapi mereka seolah tak mendengarkan aku.

Seolah mereka tak melihatku…

Dan mereka terus-menerus menangis…. aku sedar.. aku sedar bahawa lelaki yang misteri tadi telah membawa rohku.

Aku telah mati… aku telah mati.

Aku telah meninggalkan mereka .. tak kuasa aku menangis… berteriak… Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.

Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka.

Belum banyak yang telah kulakukan untuk membimbing mereka.

Tapi waktuku telah habis… masaku telah terlewat… aku sudah dikembalikan pada saat aku terduduk di sofa setelah penat seharian bekerja.

Sungguh, bila aku tahu aku akan mati, aku akan membahagi waktu bila harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyedarinya.

Aku mati dalam keadaan belum solat.

Oh Tuhan, JIKA Kau inginkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca bicara hati ini sungguh aku amat sangat bahagia.

Kerana aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih bersedia.

Sebarkan dakwah ini kepada orang terdekat anda, dan mintalah mereka untuk melakukan hal yang sama.

Ini bukan surat ancaman berantai.

Yang jelas jika anda tidak menyebarkan dakwah ini, maka anda telah mensia2kan kesempatan untuk saling menasihati dalam kebenaran dan beramal salih.

Jika anda lakukan dengan ikhlas insya-Allah anda akan menuai kebaikan.

Mari berlumba dalam kebaikan.

Sesungguhnya Allah Tidak Akan Mengubah Nasib Sesuatu Kaum Itu, Melainkan Mereka Sendiri Yang Mengubah Diri Mereka…

Followers

NetworkBlog

jomblogwalking

blogwalking..